Mencintai Frater. Dosa atau Rahmat?
A/ "Mata buta pada bra yang sudah dibuang semalam di ranjang yang penuh dengan buku doa dan rosario birahi sudah menang bra Tuhan ketinggalan kalah duel dua sembah dan serambi rahasia bibirnya menempel meresapkan mulut dalam doa tobat pengakuan yang pahit bukan?" (Sebuah puisi perpisahan dari Frater untuk nona saat hendak Kaul Kekal) B/ Ada yang bilang kamu adalah Tabernakel Berjalan atau doa usang para bidaah yang patah hatinya atau hatinya sudah patah C/ Aku perempuan yang akan bermandikan rahmat saat mandi di air terjuan bibirmu atau saat tenggelam di dalam telaga "kata-kata gombalanmu" D/ Apakah sejatinya cinta adalah sebuah kepastian? atau kepastian cinta sejatinya adalah penantian remukan dada dan lihat betapa lebam sebuah tanda tanya apakah mencinta seorang seperti dirimu adalah sebuah "Dosa" ataua "Rahmat"...









