" Mau dibawa kemana cinta 'Kita' Frater"

Frater: Hay Perempuanku apa kabarmu? 
Nona: Kabarku adalah rindu sayang. Ini sadis sayang. Bimbang dengan rindu bayang-bayang. 
Frater: Bayang-bayang apa perempuan ku? 
Nona: Bayang-bayang kalau dirimu ditahbiskan menjadi Imam Allah dan aku harus mengaku dosa dihadapanmu nanti 
Frater: Apakah itu yg dimaksud rindu bayang-bayang? 
Nona: Mengapa dirimu tidak peka sayang? Apakah engkau sudah tak ada rasa denganku lagi? Atau sudah matikah Indra penciumanmu akan lawan jenis hanya karena cintamu kepada Tuhan kita melebihi segala bahasa? 
Frater: Aku peka sayang karena aku menelponmu saat kau rindu
Nona : Mau dibawa kemana cinta kita Frater? Apakah aku harus begini dan mengakui bahwa dosaku yg paling besar adalah tidak mau membagi ranjang dengan Tuhan? 
Frater: Aku tetap milikmu dalam doa dan iman. Biarlah aku mencintaimu dalam diam yg berteriak keras dalam doa dan nyanyian pagi. Percayalah sayang, harapanku akan cinta kita adalah iman yg nyata tanpa ada pemanis buatan sayangku. 
Nona:  Jangan dirimu membeli diriku dengan tiga puluh kali tiga keping perak sayang 
Frater: Bahkan setelah kehidupan ini dirimu takkan bisa diukur dengan mata uang apapun kecuali mata uang cintaku 


(sekian ) 

Maaf bila ada kesamaan nama dan tokoh. Cerita ini hanya fiktif belaka. 

Yohan Lejap 
Masih ingin mencintai wanita seperti menciptakan embun di mata dan pelangi di kening 

Salam 

 

Komentar

Postingan Populer