Mencintai Frater. Dosa atau Rahmat?
A/
"Mata buta pada bra yang sudah dibuang semalam di ranjang
yang penuh dengan buku doa dan rosario
birahi sudah menang
bra Tuhan ketinggalan
kalah duel
dua sembah dan serambi rahasia
bibirnya menempel
meresapkan mulut dalam doa tobat
pengakuan yang pahit bukan?"
(Sebuah puisi perpisahan dari Frater untuk nona saat hendak Kaul Kekal)
B/
Ada yang bilang kamu adalah Tabernakel Berjalan
atau doa usang para bidaah yang patah hatinya atau
hatinya sudah patah
C/
Aku perempuan yang akan bermandikan rahmat
saat mandi di air terjuan bibirmu
atau saat tenggelam di dalam
telaga "kata-kata gombalanmu"
D/
Apakah sejatinya cinta adalah sebuah kepastian?
atau kepastian cinta sejatinya adalah penantian
remukan dada dan lihat betapa lebam sebuah tanda tanya
apakah mencinta seorang seperti dirimu
adalah sebuah "Dosa" ataua "Rahmat"
E/
kita kosong dan tak ada sebua rasa di awal doa
dan kita fana dalam sebuah kata cinta
yang menjadikan aku "berdosa"
atau terberkati dalam rencana maha Kuasa?
F/
resah yang tidak redah semakin gelisah
dan DOA SALAM MARIA
di awal jumpa
dan berakhir pada "AKU PERCAYA"
entah dirimu merobohkan Rosario Cinta kita
atau dirimu menjagalu dalam "DOA CINTA"
Amen
(Cerita ini hanya fiktif belaka dan bila terdapat kesamaan maka itu rahmat)
Selamat Hari Minggu Pangggilan

Komentar
Posting Komentar