Kopi, cinta, poilitik (Bibir: Medan Magnet paling kurang ajar )
Kopi, cinta, poilitik
(Bibir: Medan Magnet paling
kurang ajar )
Kopi
masih merengek
Bau pagi
dan napas masih sesak meleleh perlahan
Menjadi
hitam karena doa pagi
Hanya
rutinitas bertemu bias di atas tangan
Dan di
bawah kaki bibir
Yang
sudah siap menebak berita dan bencana
Hari
masih buta dan pikiran kita masih tabu
Apalagi
setelah rusuh karena tak kebagian susu
Ilmu
benua biru
Malam
memang kejam karena saat saya membaca buku
Datanglah
rindu bertamu sedu
Berkata
bisu
Yang
panjang di sini hanya lagu minum alkohol dan
Makan
daging sisa meja dan kanvas kaca
Jangan
memikirkan kekasih manja
Yang
setiap harinya berpikir tetang tinta
Dan
bukan cinta
Yang
menggores obrolan di lembar media sosial
Yang
sudah makin tak sosial
Obrolan
politik makin menanjak
Setelah
ruang bedah argumentasi kalah didanai virus haram
Telanjang
nurani dan cela doa jiwa yang menyembah baju kudus
Bukan
asal mulus atau tulus
Sampai
susut di bawa susu usus-usus
Politik
basa-basi makin sibuk dan tak terurus
Banyak
yang tak gunakan data tetapi sampai memaki
Dan
menjilat kaki
Serta tanah tempat berdiri
Kopi
sudah dingin
Cinta
melemparkan semua pakayan
Dan mari
becinta bersama politik
Memang
bibir kita menjadi medan magnet paling kurang ajar
Yohan Lejap
*Meja Romol
*Lembata
*3 Juni 2020



Komentar
Posting Komentar