Candu Cafein dan Perempuan


Teleskop di meja dan
Napas masih sedikit dicrop
Karena seketika diam meracuni ragamu 
Tidur di halaman mataku 


Kopi masih giat menyusun benih agar bibir tak kehilangan warna pucat 
halaman mata merangkai candu atas perempuan 

Cafein ditambah lagi 
Sementara perempuan itu dibius lagi 
Mengapa ruang mata ini suram dan lebam 
Apalagi saat malam di pojok doa 
Dan di sudut nyanyian semesta 

Izinkan aku kecup kening sebelum aku pulang di atas mimpi 
Dan bermimpi lagi pada Cafein dan perempuan 

Perumpamaannya bening seperti aku lupa cara menyuling bibirmu ke bibirku dan ke bibir waktu dan bibir jarak 

Sebab ini menyiksaku seperti salib lapuk 

Lembata 
00.08 
22 Juni 2020 

(Yohan Lejap suka bibir dan kamu suka bibir dan mari kita mencibir agar waktu tak berakhir di kalimat "terakhir")

Komentar

Postingan Populer